Sunday, June 24, 2012

Ritual Haji Nabi Muhammad SAW


Ibadah haji mula diwajibkan ke atas umat Islam pada tahun ke-6 Hijrah, mengikuti turunnya QS Al-Imran 97, artinya : “….. mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.
Pada tahun tersebut, Rasulullah SAW bersama-sama lebih kurang 1500 orang berangkat ke Makkah untuk menunaikan fardhu haji tetapi tidak dapat mengerjakannya karena dihalangi oleh kaum kafir Quraisy sehingga melahirkan satu perjanjian yang dinamakan Perjanjian Hudaibiah. Perjanjian itu membuka jalan bagi perkembangan Islam di mana pada tahun berikutnya ( tahun ke-7 Hijrah ), Rasulullah telah mengerjakan Umrah bersama-sama 2000 orang umat Islam. Pada tahun ke-9 Hijrah, barulah ibadah Haji dapat dikerjakan di mana Rasulullah SAW menyerahkan kepada Saidina Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk memimpin 300 orang umat Islam mengerjakan haji.
Nabi Muhammad SAW telah menunaikan fardhu haji sekali saja dan umroh 4 kali semasa hayatnya. Haji itu dinamakan Hijjatul Wada/ Hijjatul Balagh/ Hijjatul Islam atau Hijjatuttamam Wal Kamal kerana selepas haji itu tidak berapa lama kemudian beliau pun wafat. Beliau berangkat dari Madinatul Munawwarah pada hari Sabtu, 25 Zulqo’dah tahun 10 Hijrah bersama isteri dan sahabat-sahabatnya bersama kurang lebih 90,000 orang Islam. Setelah menginap satu malam di Zulhulaifah, sekarang dikenali dengan nama Bir Ali, 10 km dari Madinah, esoknya Nabi mengenakan pakaian ihram diikuti seluruh anggota rombongan. Mereka berjalan bersama-sama dengan pakaian putih yang sederhana, perlambang kesederhanaan dan persamaan yang amat jelas.
Dengan seluruh kalbu Muhammad SAW menengadahkan wajahnya kepada Tuhan sembari mengucapkan talbiyah sebagai tanda syukur atas nikmat karunia-Nya diikuti kaum muslimin di belakangnya: “Labbaik Allahumma Labbaik,Labbaika laa syarikka laka labbaik, Innal haamda wanni’mata laka wal mulk Laa syariika laka“, artinya : “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Nya, Ya Allah aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan kebesaran untuk-Mu semata-mata.Segenap kerajaan untuk-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu”.Di bawah sengatan matahari gurun, di padang pasir yang tidak dikenal banyak umat, bergerak arus manusia dan kafilah menuju satu titik. Mereka menyambut panggilan Nabi Ibrahim as beberapa abad silam. Tidak ada peristiwa yang membedakan seseorang dengan lainnya. Tidak pula perbedaan ras, bangsa atau warna kulit. Sesungguhnya, inilah pemandangan paling indah tentang asas persamaan bahwa semua makhluk sama di depan Tuhan. Yang membedakan, hanya kadar iman dan takwa seseorang. Mereka memenuhi seruan Nabi untuk saling mengenal, merajut kasih sayang, keikhlasan hati dan semangat ukhuwah islamiah. Dengan penuh kesabaran pula mereka menanti tibanya Haji Akbar, dan rasa rindu bertemu Baitullah, dengan jantung berdegup keras.
Pada tanggal 4 Dzulhijjah rombongan masuk Makkah, selanjutnya Nabi menuju Ka’bah, melakukan thawaf dan mencium Hajar Aswad. Sesudah tawaf, Nabi shalat dua rakaat di Maqam Ibrahim, lalu mencium Hajar Aswad untuk kedua kalinya. Kemudian menghadapkan wajahnya ke arah bukit Shafa, lalu lari-lari kecil antara bukit Shafa dan bukit Marwah. Di situ dimaklumatkan barangsiapa yang tidak membawa hadyu (ternak kurban untuk disembelih) hendaknya mengakhiri ihramnya (tahallul) dan menjadikan ibadah itu sebagai umrah. Awalnya maklumat itu dilaksanakan tanpa sepenuh hati. Nabi marah, sampai-sampai beliau kembali ke kemahnya. “Bagaimana aku tidak marah, aku menyuruh mereka melakukan sesuatu, tapi mereka tidak menaatiku,” jawab Nabi atas pertanyaan Aisyah. Namun akhirnya seluruh rombongan menyesali perbuatannya. Mereka segera ber-tahallul seperti yang dilakukan Fathimah putri Nabi, dan semua istrinya.
Hari ke-8 Zulhijjah yaitu Hari Tarwiyah, beliau pergi ke Mina bersama rombongannya. Selama satu hari melakukan shalat dan tinggal bersama kaumnya. Malamnya di saat sang fajar menyembul setelah Shalat Subuh, dengan menunggang untanya al-Qashwa’, tatkala matahari mulai tampak, beliau menuju Padang Arafah. Dalam perjalanan yang diikuti ribuan muslim yang mengucapkan talbiyah dan bertakbir, Nabi mendengarkan dan membiarkan mereka dalam kekhusyu’an. Pada tanggal 09 Zulhijjah yang jatuh pada hari Jumaat, Rasulullah SAW melakukan wukuf di Arafah. Ketika berada di perut wadi di bilangan Urana, masih di atas unta, Nabi berdiri dan berkhutbah di depan lebih 90.000 orang yang mengelilinginya. Itulah peristiwa bersejarah yang dikenal dengan julukan “Al-Hijjatul Wada” atau “Haji Perpisahan’. Peristiwa yang begitu mengesankan dan indah, serta merupakan khulasha (kesimpulan) ajaran Islam dan sunnahnya yang ia wariskan kepada masyarakat Islam. Khutbah berlangsung di bawah panas matahari yang mampu membakar ubun-ubun, dan didengarkan dengan khidmat. Kepada Umayyah bin Rabi’ah bin Khalaf diminta mengulang keras setiap kalimat yang beliau sampaikan, agar didengar di tempat yang jauh. Sore harinya, rombongan Rasulullah SAW bergerak ke arah Muzdalifah untuk bermalam di sana. Menjelang fajar, rombongan menuju ke Mina untuk melakukan pelemparan jumroh kubro (Aqabah), menyembelih ternak kurban. Kemudian menuju Baitullah untuk melaksanakan thawaf Ifadha’ dan kembali lagi ke Mina untuk melanjutkan pelemparan jumroh. Dalam rangkaian ibadah haji dikenal dengan Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah.
Rasulullah SAW telah menyempurnakan semua rukun dan wajib haji hingga tanggal 13 Zulhijjah. Dan pada tanggal 14 Zulhijjah, Rasulullah SAW berangkat meninggalkan Makkah Al-Mukarramah kembali menuju Madinah Al-Munawwarah.
Rasulullah SAW menjawab pertanyaan seorang ahli Najdi : “Apakah Haji itu?”. Beliau menjawab, artinya : “Haji itu berhenti di Arafah“. Siapa tiba di Arafah sebelum naik fajar 10 Zulhijjah maka ia telah melaksanakan haji.
Turunnya ayat suci Al-Quranul Karim surat Al-Maaidah ayat 3 : “Al yauma akmaltu lakum diinakum, wa atmamtu ‘alaikum ni’matii, wa radhiitu lakumul islaama dinan …”, yang artinya : ” Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan aku telah ridha Islam itu menjadi agamamu ….“. (Ayat ini turun ketika Rasulullah SAW masih berada di atas onta beliau di kaki Jabal Rahmah, suatu bukit di padang Arafah) 

Thursday, June 21, 2012

Makna Haji

Pergi Haji ke tanah suci..
Menjalani niat yang murni...
Salah satu panggilan Allah SWT kepada umatnya adalah naik Haji..
“LABBAIK ALLAAHUMMA LABBAIK
Perintah ibadah Haji dilakukan setelah Ibrahim A.S dan putranya Ismail A.S menyelesaikan pembangunan Ka'bah.

Dalam hal ini, Allah SWT berfirman, artinya, “Serukanlah kepada seluruh manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh“. Nabi Ibrahim as berkata kepada Allah SWT, “Wahai Tuhan ! Bagaimana suaraku akan sampai kepada manusia yang jauh ?“, Allah SWT berfirman, “Serulah ! Aku yang akan membuat suaramu sampai“.


Mengantar Siti Hajar dan Ismail (Safa - Marwah)
Ibrahim as, Siti Hajar, dan Ismail as berangkat dari Hebron bergerak ke arah tenggara menyusuri rute kafilah yang dikenal sebagai rute wewangian (incense route) sejauh  1.200 km dan tiba di lembah tandus pegunungan Sirat yang puncak-puncaknya meliputi Jabal Ajyad, Jabal Qubais, Jabal Qu’aiq’an, Jabal Hiro, dan Jabal Tsur. Lembah itu bernama Bakkah (Mekah). Siti Hajar dan Ismail as diantarkan ke Mekah karena istri tua Ibrahim Siti Sarah mencemburui Hajar yang telah memberikan putra kepada Ibrahim. Atas perintah Allah SWT Siti Hajar dan putranya ditinggal di bawah sebuah pohon oleh Ibrahim as yang kembali ke Palestina menemui Sarah. Nabi Ibrahim as berdoa menengadahkan tangan, menyebut nama Allah, menitipkan Siti Hajar dan Ismail as di bawah perlindungan dan keselamatan Allah SWT.
Saat air susu habis dan tak ada air, Siti Hajar menaiki bukit Shafa mencari air untuk putranya atau kalau-kalau ada kafilah yang dapat membantu. Ketika tak ada siapapun yang lewat, Siti Hajar berjalan menuruni bukit, lembah, dan mendaki ke bukit Marwah. Melihat ke sekeliling namun tak ada apa-apa pula. Tujuh kali balik dilakukan, hingga akhirnya Allah mengeluarkan air zamzam di tempat Ismail ditinggalkan. Kelak inilah yang mendasari prosesi haji yang bernama Sai.

Menyembelih Ismail as (Qurban)
Saat Ismail berusia 11-12 tahun, Ibrahim as menemui keluarganya di Mekah yang telah berubah dibandingkan situasi saat pertama datang. Baru saja melepas rindu, Allah SWT. memerintahkan melalui mimpi agar menyembelih Ismail as.
Meskipun mengalami kegalauan, namun akhirnya berkat ketaatan Ibrahim as dan kesabaran Ismail as, “yaa abati af’al maa tu’maru“ – wahai ayahku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, maka perintah itu dapat dilaksanakan. Allah pun menggantikannya dengan sembelihan Qibas (salah satu jenis kambing).
Soal ujian pengorbanan dalam bentuk apapun, Allah sebenarnya tidak bermaksud menganiaya hamba-hamba-Nya, melainkan sekadar “sarana” untuk meningkatkan mutu keimanan dan amal salehnya semata. Dalam ibadah haji, penyembelihan hewan “hadyu” ini dilaksanakan setelah Jumratul Aqabah atau pada hari-hari tasyrik.
Membangun Ka’bah
Tanah yang menggunduk agak tinggi dekat sumur zamzam adalah lokasi pilihan “Ini adalah tempat yang dipilih Allah,” kata Ibrahim as kepada Ismail as (HR Bukhari), lalu keduanya membangun Ka’bah itu. Berbeda dengan bangunan Ka’bah sekarang, dahulu Ka’bah lebih pendek, tak berpintu, serta memanjang meliputi Hijr Ismail sekarang. Ada dua batu istimewa dalam proses pembangunan tersebut, yaitu Hajar al Aswad dan Maqam Ibrahim. Nantinya dalam ritual haji Hajar Aswad menjadi tempat mengawali dan mengakhiri tawaf. Setiap melewatinya mengecup atau ber-istilam. Adapun setelah tawaf, jemaah haji mesti salat 2 (dua) rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Allah SWT pun berfirman, “dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, orang-orang yang beribadah, dan orang-orang yang ruku-sujud.” (QS Al Hajj 26).

Lempar Jumroh
Melempar jumrah berawal dari mimpi Nabi Ibrahim as yang diperintah untuk menyembelih putranya Ismail as, dimana pada awalnya beliau tidak percaya akan mimpi itu, namun karena selalu datang berturut-turut, karena yakin akan kebenaran mimpi itu Ibrahim as melaksanakan perintah itu dengan membawa Ismail as melewati tiga tempat dimana beliau diganggu agar mengurungkan niatnya, namun atas petunjuk Allah diketahui bahwa mereka yang mengganggu adalah syetan, sampai Ibrahim as melempar batu di tiga tempat itu. Dalam rangkaian ibadah haji dikenal dengan Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah.



Ritual ibadah haji jaman Nabi Ibrahim as
Seusai Nabi Ibrahim as menyeru manusia untuk melaksanakan haji, malaikat Jibril as mengajaknya pergi. Kepada beliau diperlihatkan bukit Safa, Marwah dan perbatasan tanah Haram, lalu diperintahkan untuk menancapkan batu-batu pertanda. Ibrahim as adalah orang yang pertama menegakkan batasan tanah Haram setelah ditunjukkan oleh malaikat Jibril as. Pada tanggal 7 Zulhijah, Nabi Ibrahim as berkhutbah di Mekah ketika matahari condong ke Barat (tergelincir), sementara Nabi Ismail as duduk mendengarkan. Pada esok harinya, keduanya keluar berjalan kaki sambil bertalbiyah dalam keadaan berihram. Masing-masing membawa bekal makanan dan tongkat untuk bersandar. Hari itu dinamakan hari Tarwiah.
Di Mina, keduanya melaksanakan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh. Mereka tinggal di sebelah kanan Mina sampai terbit matahari dari gunung Tsubair (waktu Dhuha), kemudian keduanya keluar Mina menuju Arafah. Malaikat Jibril as menyertai mereka berdua sambil menunjukkan tanda-tanda batas sampai akhirnya mereka tiba di Namirah. Malaikat Jibril as menunjukkan pula tanda-tanda batas Arafah. Nabi Ibrahim as sudah mengetahui sebelumnya lalu berkata, : عَرَفْتُ ,artinya: “Aku sudah mengetahui”, maka daerah itu dinamakan Arafah.
Ketika tergelincir matahari, malaikat Jibril as bersama keduanya menuju suatu tempat (sekarang tempat berdirinya Masjid Namirah), kemudian Nabi Ibrahim as berkhutbah dan Nabi Ismail as duduk mendengarkan, lalu mereka salat jamak taqdim Zuhur dan Asar. Kemudian malaikat Jibril as mengangkat keduanya ke bukit dan mereka berdua berdiri sambil berdoa hingga terbenam matahari dan hilang cahaya merah. Kemudian mereka meninggalkan Arafah berjalan kaki hingga tiba di Juma‘ (daerah Muzdalifah sekarang). Mereka salat Maghrib dan Isya di sana, sekarang tempat jamaah haji melaksanakan salat. Mereka bermalam di sana hingga terbit fajar keduanya diam di Quzah. Sebelum terbit matahari, mereka berjalan kaki hingga tiba di Muhassir. Di tempat ini mereka mempercepat langkahnya. Ketika sudah melewati Muhassir, mereka berjalan seperti sebelumnya. Ketika tiba di tempat jumrah, mereka melontar jumrah Aqabah tujuh kerikil yang dibawa dari Juma’. Kemudian mereka tinggal di Mina pada sebelah kanannya, lalu keduanya menyembelih hewan kurban di tempat sembelihan. Setelah itu memotong rambut dan tinggal beberapa hari di Mina untuk melontar tiga jumrah pulang bali saat matahari mulai naik. Pada hari Shadr, mereka keluar untuk salat Zuhur di Abthah. Itulah ritual ibadah haji yang ditunjukkan oleh malaikat Jibril as sesuai permintaan Nabi Ibrahim as, “…..tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami….” (QS Al Baqarah : 128).

Alternatif Teknologi Rumah Instant


Balik ke tema buat Rumah Cepat & Hemat :) ternyata ada beberapa alternatif juga yang intinya material rumah tsb sebagian sudah dikerjakan di fabrikasi yaitu :
1. RISHA : Rumah Instant Sehat Sederhana
    System yang dikelola oleh Pak Purwoko bersama Puslitbang ini terdiri dari 3 modul yang sudah di uji coba dimana pemasangannya di ibaratkan seperti mainan lego. Nah berhubung sudah fix secara ukuran itu juga akan menentukan ukuran rumah dimana harus disesuaikan dgn ukuran modul2 tsb. Tidak terlalu fleksible mungkin tapi secara waktu instalasi bener2 hemat waktu karena pondasinya pun hanya disudut2 saja. Sudah diujicoba juga untuk anti gempa. Lalu secara harga cukup bersaing dengan konvensional mungkin akan jauh lebih rendah jika pemilihan material lainnya juga biasa.
risha-puskim.blogspot.com

2. Solusi Rumah Holcim
    Sistem holcim ini menawarkan end to end proses bangunan. Sudah ada fabrikasi modul2nya juga sama seperti RISHA namun yang ini lebih banyak variasinya dan lebih besar. Kalo ditilik dari kecepatan membangun sepertinya tidak terlalu significant dengan konvensional dan hargapun relatif lebih mahal. Hati-hati juga dengan aplikatornya karena memang sudah terlepas dari pusat holcim.
www.membangunbersama.com

3. Wiremesh Method
     Ada lagi model solusi menggunakan kombinasi kawat baja & sejenis Gabus menjadi dinding yang kekuatannya serupa dgn dinding beton. Ada 2 produsen yang mengeluarkan produk serupa yaitu :
1. http://www.dusaspun.com/m-system
2. http://www.b-panel.com/
Dari sisi kecepatan waktu sepertinya lumayan bersaing dengan konvensional namun kalo dari sisi harga relatif lebih mahal karena fabrikasinya memang sudah canggih.

Hmmm.. waktu vs biaya vs budget... tuing tuing hard decision ^_^
Ya Allah semoga dipermudah proses bangunannya nanti dan dicukupkan segalanya serta berkah amin.

Monday, April 9, 2012

Alternatif Dinding Partisi

Setelah surfing sana sini dinding terdiri dari 2 jenis yaitu Massive (bata, dll) dan Non Massive (triplex, GRC, dll). Yang akan dibahas disini adalah alternatif dinding Non Massive.
1. Triplex
Penyambungnya pasti butuh kayu, notabene relatif agak lebih mahal. Karena triplex ini lebih solid dibanding bahan lain jadi lebih tahan terhadap benturan dan sedikit tahan terhadap air dibanding Gipsum.

2. GRC (fiber cement)
Penyambungnya bisa pake kayu ataupun hollow. Secara harga bisa jadi lebih murah tergantung ketebalan. Tahan air namun bersifat getas sehingga kurang tahan thd benturan yang sangat keras bisa lsng retak.

3. Gypsum
Penyambungnya menggunakan hollow dan secara harga hmm sepertinya sih bersaing dgn hrg triplex ya. Yang pasti kelemahan gypsum itu adalah TIDAK TAHAN AIR. So eliminate this option.

4. UPVC
Partisi dari bahan PVC yang sudah diperbagus secara teknologinya (googling sendiri yaa untuk jenis bahannya). Kelebihannya tahan air, lebih kedap, cantik, dll. Namun.. ada kwalitas ada harga tentunya.. :)

Hmm.. pilihan sepertinya masih jatuh di bahan Triplex atau GRC nih.. ok deh lanjut.

Wednesday, March 21, 2012

Jasa Arsitek

Jasa arsitek ini sangat relatif seperti jasa dokter, tukang, dan profesional lainnya. Benar2 tergantung dengan skill, jam terbang, up to date nya doi. Tentu biayanya juga sangat variatif dengan cakupan masing2.. istilah kata my design - my price.
Dapat rekomendasi dari teman tentang tetangganya yang arsitek, teman memang lom pernah pake jasa dia tapi tetangga disitu sudah ada yg pake. Berhubung teman adalah guru ngaji-nya beliau, bismillah positif thingking minimal attitude-nya islami juga dan amanah.
Mulai telpon2 tanya biaya, cakupan kerjaan dll. Hmm sekilas sepertinya cocok nih alias masuk budget lah.. mahal ? bagi saya sih cukup mahal juga tapi kalo dicompare dgn yang lainnya harga doi cukup bersaing dgn service yg dijanjikannya yaitu Gbr Desain+Struktur+Pipa Kotor&Bersih+Listrik tapi gambar 1 dimensi saja.
Dimulai miting pertama akhir Januari 2012, saya mencatat semua kesepakatan diantaranya :
- Biaya Jasa Desain per meter, RAB
- Tidak ada batasan untuk revisi gambar
- Aturan jika bangun rumah langsung diborongkan oleh doi
Sekilas profile "doi" ini menurut ceritanya lulus SMA sempet pengalaman jd tukang dulu lalu nyambi kuliah arsitek di universitas swasta jkt, lalu mulai buka jasa konsultasi & kontraktor sekaligus.
Mulailah pengerjaan desain gambar.. ternyata doi punya keterbatasan skill di IT & internet jadi rada sulit utk mengirimkan gambar lewat email. Kendala pertama mulai muncul yaitu tersendat mobilisasi dimana saya hny free di sbt-mgg (itupun kalo ga ada cara klg) dan doi tidak nyaman dengan email2an karena pernah dicoba tapi ga pernah sukses terkirim. Jadi balik deh langsung face to face dgn saya.
Beberapa kali revisi (2x revisi fungsi bangunan, selebihnya revisi fungsi ruang, ukuran dll).
Tema yang saya ajukan adalah Bangunan Cepat & Hemat karena untuk kontrakan.
Seiring dari obrolan sepertinya doi typikal konvensional mindset sedangkan sekarang ini banyak teknologi2 baru sbg alternatif bahan bangunan. Doi tidak terlalu terbuka thd teknologi2 tsb dan selalu menyarankan konvensional hingga tukang2nya pun harus dari dia jika memang mo ada pengawasan.
Hmmm.. terlihat mulai ada penekanan thd client, dimana kasus pertama tiba2 doi minta DP 25% padahal desain belum 100% approve (krn faham client desain approve baru bayar DP), setelah cekcok bentar baru beralasan ada kebutuhan keluarga (start not profesional)
Ok lanjut desain-revisi-review-renewal, setelah sudah 90% setuju dgn desain mulai penggambaran struktur dll. Nah karena dak lantai saya mo gunakan Hebel (sempet cekcok jg dgn doi ttg hebel), pembalokan tingkat 2 agar menunggu dari team hebel selanjutnya disamakan dgn gambar struktur doi.
Hari senin saya serahkan gambar pembalokan ke doi, hari rabu doi memberi info kalo semua gambar sudah selesai dan dijilid serta tidak bisa diubah lagi.. hmm.. cobaan lagi nih.
Berusaha nego dgn doi dgn mengingatkan kesepakatan awal bahwa istilahnya desain itu bikinan manusia mungkin ada faktor x yang harus di review dulu.
Kalo dilihat behaviour doi, mungkin saat stres dgn project lain ato kepepet BU pasti ada reaksi intimidasi ke client yg ujung2nya money oriented.
Doi tidak terima dengan argumen "kasar" dan sudah diluar kesepakatan.
Akhirnya minta saran dari sang "bidadari" dan diputuskan untuk stop menggunakan jasanya dng bayar jasa desainnya hampir 50% dari biaya yg sudah ditetapkan.
Alhamdulillah berjalan dgn baik pemutusan kerja ini.. fiuhhh
Tips memilih jasa arsitek :
- Lebih baik yang sudah dikenal dan ada rekomendasi dari org yg sudah pernah menggunakan jasanya
- Lihat pengalaman, backgorund, dll
- Lihat kemampuan IT-nya karena agak sulit juga untuk konsultasi dijaman skrg yang hrs duduk bareng, minimal bisa diajak diskusi lewat email ato chatting.
- Dipastikan detail biaya, cakupan kerjaan, aturan adanya revisi, dll
- Jika ditengah jalan sudah ada tindakan2 negatif, segera diputuskan mana yg terbaik
Karena ini masih kerjaan desain sedangkan tanah&biaya client yg akan tanggung beserta resikonya so better lebih kritis untuk menyikapinya. Masih jarang ditemui seorang arsitek yang memiliki jiwa "art" dan seorang kontraktor yang bisa memberi service dgn "hati".
Sebenarnya sangat disayangkan untuk PHK "doi" ini, tapi sebagus apapun karya yang dihasilkan tapi tidak dibarengi dgn attitude yang baik pasti akan tersingkirkan juga.
"Jadikan SABAR & SHOLAT sebagai penolongmu".

Tuesday, March 20, 2012

RISHA

Sehubungan dengan tema bangun ruma CEPAT & HEMAT, hasil survey di mbah google menemukan teknologi RISHA. Apakah itu ?
RISHA = Rumah Instan Sederhana Sehat yaitu teknologi yang ditemukan oleh puslitbang PU untuk para korban bencana alam (ex: tsunami-aceh).
RISHA menggunakan knockdown concept system sehingga rumah tersebut dapat dibongkar dan dipindahkan ke lokasi baru yang diinginkan. RISHA juga dapat dikembangkan pada arah horizontal dan vertical (2 lantai). Komponen modular RISHA dapat dibongkar-pasang, analogy dengan permainan anak-anak Lego atau Tamiya. Hal ini memungkinkan penerapan aplikasi RISHA untuk bangunan seperti toilet umum, saung, rumah kos, pos jaga, dan rumah tinggal tentunya.
Komponen modularnya yang baru teruji terdiri dari 3 panel :
1. P1 ukuran 20cm x 1,2m (95rb)
2. P2 ukuran 30cm x 1.2m (105rb)
3. P3 ukuran 30cm x 30cm (85rb)
Pemasangan satu rumah sangat cepat 1-3 hari dan material pendukungnya (ex:dinding, lantai, dll) bisa macam2 jg. Artinya bisa disesuaikan dgn budget.. yippiii
Dengan semangat 45, surveylah kami ke Cileunyi - Bandung.. satu2nya aplikator yang sudah mendapat ijin sertifikasi dari PU.
Sampai di Bandung bertemulah kami dgn Pak Purwoko, seorang bapak yang terlihat bersahaja dan dengan sangat terbuka menjelaskan mengenai teknologi rumah knockdown ini.
Dengan semangat saya perlihatkan gambar denah rumah dari sang arsitek... engg ingg engg..
Dengan mata menyipit beliau coba menelaah desain dan berkomentar :
Bapak : hmmm.. system ini berupa panel2 yg sudah fix.. jadi utk ukuran2 spt 2mtr dll tidak bisa terpenuhi. Kalo gambarnya spt ini, konsep Risha-nya tidak bisa masuk.. maap yaa :)
Dari waktu pengerjaan system ini jauh lebih cepat, namun dari sisi biaya ternyata ga beda jauh dgn konvensional dgn material apple to apple.
hiks.. lemes deh.. tetep harus konvensional coz mang ukuran2nya agak maksa sih :D
Tapi gpp kunjungan ini sangat bermanfaat kok, sangat terbuka untuk inovasi2 terbaru.
Next time ya pak.. mungkin saya akan membutuhkan jasanya.

Pembuatan IMB Jagakarsa

Sudah menjadi rahasia umum kalo di daerah Jagakarsa itu sangat sulit buat IMB, why ?
Karena Jagakarsa adalah area serapan utk Jakarta.. that's why disana ada Setu Babakan, Setu ManggaBolong yang sedang dikembangkan.
Balik ke IMB, karena merupakan area resapan maka Pemerintah menetapkan bagi yang punya tanah disitu masuk ke dalam plan WTM (Wisma Taman) dimana pastinya dari tanah yang dimiliki yang "boleh" dibangun hanya 5-20% saja... tuing tuing :(
Coba nekat dulu lah niat mo urus sendiri tuh IMB di Kecamatan.. jreng jreng.. hari pertama datang ke Kecamatan langsung minta penjelasan ke bagian TataKota. Dijelaskanlah secara formal disitu sbb :
Saya : Syaratnya apa saja ?
Petugas : Fc ktp, sertifikat tanah, KK sama plan dari Tata Ruang
Saya : biayanya bagaimana pak ?
Petugas : kalo bagian saya kan jelas tuh spt papan di depan (terlihat disitu hrg IMB 4rb-7rb/m2)
Saya : ok, kalo biaya pengukuran dll gimana ?
Petugas : oh tanyakan ke bagian masing2
Saya : Kira2 emang brp pak ?
Petugas : wah saya kurang tahu.. (mulai deh ngomong ga jelas.. harusnya ada biaya standart kan).. jadi ibu yang penting lengkapi semua persyaratan ini saja dulu baru ke tempat saya.
Saya : fiuhhh.. big question mark about the price.

Mulai bertanya ke tetangga, arsitek semuanya berujung kepada biaya tidak normal alias banyak Pungli.
Hari Ke-2 ke Kecamatan masih nekat mo tau lebih lanjut di bag. Tata Ruang, nyampe jam 8:30 tik tok tik tok ampe jam 9:30 itu ruangan masih tertutup rapat.. gilingannn.
Datanglah seorang bapak klimis sambil ikut kesel liat Tata Ruang yg masih tertutup. datang 2 ibu2 yang lsng ngobrol dgn si bapak.. ternyata si bapak adalah broker IMB dari ibu2 tsb.
Coba cari info ke si bapak sbg broker :
Saya : biasanya brp ya biaya ukur utk tanah sktr 200mtr ?
bapak : hmm di papan standartnya sih sktr 200rb-an, nah kalo masuk plan Wtm itu prosedurnya lebih rumit krn hrs bikin blokplan, sidang, gambar, dsb *ga tlalu tercerna baik
Saya : bapak dulu sempat kerja disini juga?
bapak : Ya, saya pensiunan tapi msh dikaryakan kembali untuk bantu2 hal spt ini.. kalo mo diliat2 sih seluruh rumah jakarta itu yaa melanggar semua ya, tapi mo gmn juga lahan smakin mahal, kebijakan spt ini.

Setelah si bapak pergi, saya berusaha mencari info..
Saya : mo buat IMB juga ya bu?
Ibu : Iya nih dah lama banget dari pengajuan (note: ibu ini PNS juga), akhirnya pake jasa si bapak deh udah minta 3.2jt :(
Saya : wow.. harga segitu sampe keluar plang kuning ?
Ibu : oh belum.. baru mo pengukuran aja, abis dah mo dibangun nih tanah saya 400m bla bla
Saya : *speechless (hrg pengukuran 200rb-an jadi membengkak ke angka 3.2jt di bag. tata ruang saja ya?? ) krn abis dari tata ruang masuk ke tata kota/IMB (kalo ini msh keliatan biaya standartnya), lalu masuk ke bag. pengawas lapangan (nah yg atu ini jg bisa bikin meriang pungli nya)

Finnaly saya putuskan untuk pulang ke rumah tanpa nunggu lagi petugas Tata Ruang (*udah eneg).. akhirnya make phonecall to Tante favorit saya... Tanteeee help me ^_^
Bismillah smoga dilancarkan ya Allah.. walopun sudah mo berusaha jd WN baik & jujur tp keseret juga.. yg bathil terlihat baik, yang baik terlihat bathil.. Astaghfirullah.

20 Maret 2012, Tante message kalo akan ada petugas yang mo ngukur.. wiih manteff Tante.. baru sabtu kemaren transfer 1.250.000 buat biaya ukur, selasa udah dateng petugasnya.
Semoga terus berjalan lancar.. amin.. amin yaa robbal alaminn.