Thursday, January 26, 2012

Berbagai Teknologi Dak Alternatif

Saat ini semakin banyak alternatif bahan maupun sistem pembuatan untuk lantai dak, oleh karena itu pertimbangan kebutuhan maupun aspek biaya menjadi tolok ukur untuk memilih bahan dan sistem pembuatan lantai dak.
Berikut ini perbandingan antara sistem pembuatan lantai dak yang ada :
1. Lantai Dak Konvesional.
Pelat lantai beton yang umum dilakukan pada saat inimenggunakan material utama yaitu besi dan beton. Beton merupakan campuran dari semen, pasir, koral/batu split dan air dengan komposisi tertentu
Cara pengerjaan sistem dak konvensional yaitu diawali dengan pembesiaan dan pemasangan cetakan plat lantai beton. Cetakan lantai beton disangga oleh scafolding atau perancah yang umumnya berupa bambu atau kayu dolken, tatakan atau cetakan biasanya dari triplek atau papan yang dipasang didasar cetakan yang kemudian disangga oleh scafoldinng atau perancah. Pembesiaan pada badan lantai dan kolom diikat oleh kawat beton yang kemudian dicor secara bersamaan dengan merata.
Adukan beton bisa dibuat sendiri secara manual atau dengan molen, bisa juga dengan menggunakan Readymix yaitu adukan beton yang sudah jadi atu sering disebut dengan beton curah.
Untuk biaya pembuatan lantai dak beton konvensional ini bervariasi tergantung dari kualitas dan pengerjaannya, umumnya untuk dak dengan kualitas beton kualitas 3 dikisaran Rp 400.000,- s/d Rp. 450.000,-/m2 sedangkan untuk kualitas 1 dikisaran Rp. 700.000,- s/d Rp. 1.000.000,-/m2

2. Lantai dak Metal Komposit (floordeck)
Inovasi dari dack beton yang merupakan penyempurnaan dari dak beton konvensional dan merupakan pengganti bahan triplek untuk pengecoran beton yang ada dipasaran, Floordeck memiliki kelebihan karena menggunakan material plat baja galvanized yg didesign bertulang sehingga berfungsi ganda baik sebagai pengganti triplek maupun tulangan negatif.
Floordeck lebih mudah dalam pemasangan, baik pada konstruksi beton ataupun pada konstruksi baja, dapat menghemat semen, bekisting dan perancah hingga 25 %. dari segi segi biaya total lebih hemat sampai dengan 8% dibanding dak konvensional.
Sangat efisien dalam waktu dan tenaga pemasangan dengan material yang benar – benar kuat dan pekerjaan luas. Untuk kisaran biaya pemasangan lantai dak dengan menggunakan floordeck berada dikisaran Rp. 410.000,-/m2

3. Lantai Dak Keramik Komposit Beton (KERATON)
Keramik komposit beton atau KERATON dan mempunyai banyak nama dagang DAK BETON KERATON atau DAK KERATON atau BATA KERATON dan lain-lain sebenarnya merupakan pelat rusuk. Bentuk dan bahan pembuat keraton menyerupai balok bata, tetapi bagian tengahnya berlubang-lubang. Lubang ini bukanlah sembarang lubang, melainkan konstruksi yang sudah dihitung dengan tepat, sehingga membuat bahan ini kuat digunakan sebagai pelat lantai. Keraton yang baik adalah campuran tanah liat yang dipanasi sampai diatas 1000 derajat celcius.
Keberadaan lubang atau rongga ternyata dapat mengurangi berat keraton dibanding beton masif konvesional. Selain itu, penggunaan keraton juga dapat menghemat besi beton hingga 70%, jika pemasangannya menggunakan teknik pelat satu arah /one way slab. Dengan demikian konstruksi keraton merupakan struktur pelat lantai bangunan bertingkat yang efisien, praktis dan ekonomis.
Dari aspek biaya pembuatan lantai dak keraton berkisar diantara Rp. 400.000,-/m2 dengan menggunakan keraton 10 cm dengan ketebalan jadi 12 cm dan untuk penggunaan keraton 12 cm dengan ketebalan jadi 14 cm Rp.420.000,-/m2.

4. Dah Panel Lantai Hebel
Seperti produk PT Reksa Prabawa yakni panel lantai merk Hebel. Produk ini memiliki berbagai kelebihan, yakni lebih akurat dan tingkat keringan yang lebih kecil dibanding proses pembuatan lantai dengan cara pengecoran. “Karena bentuknya yang memanjang dan ringan akan membuat proses aplikasi menjadi cepat. Produk Hebel juga kuat karena di dalam panel lantai terdapat besi tulangan yang telah diproteksi anti karat,” jelas Elisa Haryonugroho, Marketing Manager PT Reksa Prabawa. Mobilisasi pekerjaan juga akan lebih mudah jika memakai produk Hebel. Karena saat aplikasi tidak memerlukan kayu-kayu penyangga lantai yang biasa dilakukan pada pengecoran konvensional. Setelah tersusun menjadi lantai, setiap panel diikat dengan besi angkur ukuran 10 mm atau 12 mm yang kemudian dilas dengan jarak setiap 600 mm. Jika sambungan menggunakan balok beton maka tidak diperlukan proses pengelasan. Setelah selesai dipasang, di atas panel lantai Hebel ini bisa langsung dilapisi keramik, sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah. Harga 2011 akhir ini kisaran 350-375rb/m2.

Jika kita melihat perbandingan dari segi spek, tingkat efisiensi dan biaya masing masing memiliki keunggulan tersendiri, hal ini tergantung dari tujuan dan luasan pembuatan dak itu sendiri. Untuk pengecoran beton, berat jenisnya bisa mencapai 2400 kg/m3 sedangkan Hebel hanya 780 kg/m3. “Produk ini juga dikembangkan sebagai isolator panas dan suara,” jelas Elisa. Begitu pun dengan Bata Keraton KIA, beberadaan rongga-rongga pada satuan bata selain berfungsi sebagai penyangga besi sekaligus ioslator panas dan suara. Kelebihan lain yang ditawarkan produk non konvensional untuk aplikasi lantai bertingkat ini adalah sangat ramah lingkungan. Tak perlu menggunkan bekisting kayu dan triplek yang banyak. Hanya pada bagian tertentu saja. Pemasangan yang cepat dan efisien, tidak lebih dari seminggu, juga memberikan nilai tambah tersendiri karena bisa menghemat biaya tukang.
Pilihan tetap ditangan anda :)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment